aku tidak mengerti tentang cinta
hanya membuatku pusing
tapi aku kerap berurusan dengan cinta
karena aku kurir cinta
cinta teman yang kini kurasakan
bukan, bukan tentang aku
tapi tentang teman temanku
betapa sulit cinta itu bertemu
haruskah dipertemukan orang ketiga
dibiarkan sampai berjumpa nantinya
atau malah dienyahkan jauh jauh
sekali lagi, ini bukan tentang aku
tentang teman temanku yang dilanda cinta
mengapa begitu kejam cinta
sepasang teman menjadi dua orang
air mata tak jarang mengalir karenanya
mungkin pedih rasanya cinta
untuk kali ini aku mengerti
aku tau bagaimana rasanya
saat cinta untuk seseorang
harus bertemu dengan orang lain
senyum tertawa terlukis diwajah
cinta itu memang hebat
mengubah perasaan dengan cepat
pagi senang malam menangis
bisa saja mereka bahagia
cintanya bersambut
bisa juga mereka kecewa
cintanya pupus
aku tau itu semua
bukan, bukan karena aku merasakan
tapi karena aku kurir cinta
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Teropong
aku akan bergumam
tentang teropong
yang hebat
yang indah
yag berilmu
yang bisa melihat gugusan bintang
menggantung manja dalam cekung matamu
merasukan getaran bunyi nyaring
frekuensi getar pita suara yang sempurna, merdu
pekatnya hitam mahkotamu
lubang hitam yang menapikku
berjalan di atas bulan
melayang tanpa gravitasi
berfantasi berjalan bersama
mengambil cincin saturnus menyelipkan di jari manismu
"berhias cincin saturnus jarimu itu"
aku memuji
galaksi yang menutupi
tidak ada berat
hanya bermassa kecil
tak ada yang mengganjal
nuklir di matahari
membuncah layaknya bahasa bahagia
bervolusi elipse
berjalan berputar
izinkan aku menyelipkan kagi
cincin gerhana malam
dingin neptunus
cair oleh hangatnya merkurius
gugusan bintang rasi dua belas
menjadi kelompok mati suri
"capek aku"
sekarang aku beristirahat dari teropong
memejamkan mata
karena aku dibumi manusia
puisi oleh Arif Wicaksana, Gorila#6
tentang teropong
yang hebat
yang indah
yag berilmu
yang bisa melihat gugusan bintang
menggantung manja dalam cekung matamu
merasukan getaran bunyi nyaring
frekuensi getar pita suara yang sempurna, merdu
pekatnya hitam mahkotamu
lubang hitam yang menapikku
berjalan di atas bulan
melayang tanpa gravitasi
berfantasi berjalan bersama
mengambil cincin saturnus menyelipkan di jari manismu
"berhias cincin saturnus jarimu itu"
aku memuji
galaksi yang menutupi
tidak ada berat
hanya bermassa kecil
tak ada yang mengganjal
nuklir di matahari
membuncah layaknya bahasa bahagia
bervolusi elipse
berjalan berputar
izinkan aku menyelipkan kagi
cincin gerhana malam
dingin neptunus
cair oleh hangatnya merkurius
gugusan bintang rasi dua belas
menjadi kelompok mati suri
"capek aku"
sekarang aku beristirahat dari teropong
memejamkan mata
karena aku dibumi manusia
puisi oleh Arif Wicaksana, Gorila#6
Subscribe to:
Posts (Atom)